Travel ‘d Bangkok

May 16, 2011 2 comments

Oh when oh when…. will Jakarta get this kind of MRT:

Bangkok Monorail

Bangkok MRT / BTS

Now.. let see the Jakarta’s one….

KRL Jakrta

KRL Jakarta

Categories: Uncategorized

Enabling Collaboration within the Ministries

May 16, 2011 Leave a comment

Berita yang belakangan ini terdengar: Pemerintah memutuskan hari Senin ini (16 May 2011) sebagai hari libur nasional secara mendadak pada hari kerja terakhir – jumat minggu kemarin. Alhasil, semua pihak ber-“teriak” bahwa tindakanan tersebut banyak memberikan dampak buruk, tak terkecuali citra pemerintahaan yang sarat birokratis dan tidak terencana baik.

Walaupun saya tidak melihat secara langsung pada proses pengambilan keputusan “hari libur” tersebut, namun akan sangat menarik sekali untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa berusaha menyudutkan pemerintahan atas kompetensi pemerintah, saya mengambil kesimpulan bahwa pemerintah dalam hal ini kementrian terjebak dalam kesulitan untuk melakukan kolaborasi / koordinasi antar kementrian. Hal ini sangat mungin terjadi mengingat peraturan yang ketat yang harus dipatuhi bagi orang pemerintahan.

Hal ini bukan menjadi kartu mati bagi pemerintahan, justru merupakan suatu mekanisme reformasi birokrasi dengan bantuan teknologi.

Menurut pandangan hemat saya, teknologi memiliki kapabilitas untuk membantu kesulitan yang dialami pemerintah di negara ini. Kesulitas untuk melaukukan koordinasi / kolaborasi. Disini teknologi beperan menjadi suatu enabler dalam melakukan kolaborasi. IBM memberikan istilah baru – berbarengan dengan kemunculan Web 2.0 – yakni: next generation collaboration. Next generation collaboration adalah teknologi yang dahulu hanya digunakan sebagai media komunikasi menjadi suatu tools kolaborasi – Unified Communication and Collaboration. Seiring kemjuan jaman, dimana tingkat mobilitas ikut meningkat, maka kolaborasi dituntut tidak hanya terjadi di lingkungan kerja / instansi, namun juga sewaktu mobile / berpergian.

Disinilah salah satu teknologi IBM yang menurut kaca mata saya sangat berguna dalam mempermudah kolaborasi antar instansi adalah: Lotus Connection – Activities. Lotus Connection adalah suatu suite software IBM yang memberikan berbagai kapabilitas untuk membantu orang-orang untuk berkolaborasi.

Sekilas mengenai Lotus Connection (LC) – activities dapat dilihat di:sini

Activities help you and your team organize your work, plan next steps, and execute, faster. You can gather together the e-mails, IM chats, documents, messages, and other information that your team needs to accomplish a business objective.

Organize Activities into sections to keep projects on track. For example, you might organize the activity for a meeting with sections for the logistics, meeting presentations, meeting agenda, key to dos, etc.

Seperti seorang sekertaris sekaligus project manager handal, maka LC akan menyusun hal-hal penting apa saja yang harus diambil oleh seseorang, termasuk pada level yang detail, seperti menyiapkan surat / mengirimkan undangan, dsb.

Berikut adalah tampilan video Lotus Connection – Activities yang dapat dilihat untuk memberikan gambaran mengenai kolaborasi tersebut.

Akhirkata, teknologi adalah teknologi, tetap harus ada faktor manusia yang akan membuat teknologi menjadi berguna. Jika faktor manusianya sendiri yang tidak memiliki budaya untuk berkolaborasi, maka secanggih apapun teknologi tidak akan berguna.

Categories: general techie

Being Matured

March 27, 2011 3 comments

The ability to control your ego. To do the right things instead of pursuing your own personal ego.

Hari ini gw melakukan tindakan yang kekanak-kanakan dan bersyukur karena Tuhan masih mengasihi diri gw. Tuhan telah menyentuh diri gw dan menyadarkan gw atas apa artinya menjadi seorang yang dewasa yang membedakan dengan pola pikir anak-anak. Pada hari yang bersamaan, I think I know what is my “cross to bear”.

Glory to the Lord for He is good.

“And whosoever doth not bear his cross, and come after me, cannot be my disciple” (Luke 14:27)

Categories: life

Watson, Inspirasi untuk Masa Depan

March 23, 2011 Leave a comment

Oleh: Suryo Suwignjo, Presiden Direktur, IBM Indonesia

Watson, ciptaan terbaru dari IBM, adalah terobosan baru di bidang ilmu pengetahuan. Mesin tersebut dirancang untuk dapat menandingi kemampuan manusia dalam menjawab pertanyaan yang diajukan dalam bahasa alami. Watson diambil dari nama pendiri IBM Thomas J. Watson (1874 – 1956).

Pada tanggal 14-16 Februari 2011 yang lalu, Watson berlaga di sebuah kuis terpopuler di Amerika Serikat sejak 1984 yaitu Jeopardy! Ini adalah sebuah acara kuis televisi yang menghadirkan berbagai topik seperti sejarah, sastra, politik, seni dan hiburan, serta ilmu pengetahuan.

Format dari acara kuis Jeopardy! ini adalah pertanyaan yang diajukan harus direspon dalam bentuk jawaban paling cepat. Jeopardy! dapat diartikan sebagai sebuah tantangan bagi sistem komputasi karena berbagai topik serta respon yang diberikan membutuhkan kecepatan dan jawaban akurat serta ketepatan waktu menjawab.

Di kuis terkemuka Jeopardy!, Watson bertanding selama tiga hari berturut-turut dengan dua kontestan tersukses di sepanjang sejarah kuis tersebut dan memenangkan pertandingan.

Selanjutnya, apa arti kemenangan Watson bagi dunia? Watson memberikan inspirasi tentang bagaimana teknologi dapat berkontribusi pada transformasi di berbagai industri. Dalam tulisan ini, saya akan mengupas tentang industri layanan keuangan dan kesehatan.

Di industri layanan keuangan, pengelolaan resiko terintegrasi adalah pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya. Para praktisi perbankan, Bank Indonesia sebagai pembuat regulasi dan pengawasan, menghadapi berbagai tantangan untuk mengambil keputusan penting dengan cepat. Di lain pihak arus informasi yang beragam terkadang malah menjadi kendala pengambilan keputusan. Tantangan lain adalah bagaimana memproses berbagai aliran data yang ada sehingga dapat menjadi sebuah keputusan yang logis, relevan dan juga strategis bagi semua pihak.

Sebagai contoh, bagaimana industri perbankan menghadapi jutaan data nasabahnya. Kadangkala kualitas data tersebut tidak dapat menjadi acuan yang akurat untuk mempromosikan sebuah produk.

Kemajuan di bidang komputasi berkinerja tinggi seperti yang ditawarkan oleh Watson dengan perangkat analitik non-linear, dapat mengatasi berbagai kerumitan yang ditimbulkan oleh jutaan data yang ada serta membantu untuk mengambil keputusan secara objektif. Sistem seperti Watson dapat memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang sangat sulit terkait risiko dan perubahan pasar, mendeteksi perbedaan struktural pada sebuah data sebelum para analis menemukannya.

Lebih hebat lagi ketika Watson juga dapat memberikan analisa skenario berdasarkan tujuan perusahaan yang lebih rumit meliputi analisa strategi korporasi. Misalnya, Anda memasukkan pertanyaan bagaimana meraih margin keuntungan sebesar 10 persen? Atau apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan modal tanpa mengganggu aset?

Sejalan dengan meningkatnya resiko di pasar global yang terinterkoneksi, kerumitan dan ledakan data juga akan meningkat. Kemampuan pengambilan keputusan real-time yang sangat dibutuhkan oleh industri keuangan dapat menjadi faktor pembeda persaingan yang penting.

Pertanyaan selanjutnya – berkaitan dengan dunia kesehatan – apakah komputer suatu saat nanti dapat membantu dunia kesehatan untuk mengalahkan penyakit? World Health Organisation (WHO), Lembaga Kesehatan dunia di bawah PBB mencatat bahwa penyakit jantung, kanker dan infeksi sistem pernapasan menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa stroke atau serangan jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi dengan persentase sekitar 15.4 persen diikuti dengan kelainan pembuluh darah dan penyakit paru-paru (TBC). Data lain menunjukkan minimnya tenaga medis merupakan salah satu problema dalam membangun dunia kesehatan di Indonesia.

Ke depan, Watson mungkin bisa membantu mengantisipasi masalah tersebut. Misalnya, Watson dapat membantu seorang dokter dengan memberikan berbagai tips tentang diagnosa alternatif, merekomendasikan tes, atau mengingatkannya tentang reaksi obat tertentu pada pasien tersebut. Singkatnya Watson dapat memberikan informasi yang tepat dan dibutuhkan para dokter untuk mengambil keputusan.

Diagnostik media yang didukung komputer sudah lama menjadi tujuan penelitian para periset artifical intelligence. Tetapi berbagai sistem yang dikembangkan selama ini tidak sesuai dengan kebutuhan petugas medis. Mereka menganggap sistem seperti ini sulit digunakan, lamban, tidak fleksibel bahkan menggangu pekerjaan mereka merawat pasien. Sistem pintar seperti Watson merubah semua pandangan ini.

Watson juga dapat mempercepat proses riset di bidang medis yang memakan waktu bertahun-tahun. Misalnya, baru-baru ini ditemukan penyakit lambung disebabkan karena virus. Sebelumnya, para dokter menyarankan pasien penyakit lambung untuk menyantap makanan lunak. Lebih jauh, Watson dapat mencatat informasi genetik seorang pasien sehingga membantu dokter untuk membuat diagnosa dan keputusan yang lebih akurat dan lebih cepat. ’

Watson adalah terobosan baru di bidang ilmu pengetahuan. Piranti lunak Watson didukung oleh perangkat keras IBM Power7 yang dioptimalkan untuk menangani berbagai pekerjaan sekaligus yang harus dikerjakan Watson dengan kecepatan tinggi untuk menganalisa berbagai hal yang rumit dan memberikan jawaban yang tepat. Sistem ini dapat memproses data dan pekerjaan secara bersamaan di samping menganalisis informasi secara real-time.

Courtesy: Kompas.com

Categories: general techie

March 23, 2011 Leave a comment

sometimes it feels like this:

dilbert double job

enjoy your work fellas!

Categories: general techie

IBM Software Licensing – Bahasa

March 23, 2011 Leave a comment

Bingung dengan skema lisensi IBM ?

PVU ? Core ? User ? dsb ?

Kebetulan saya menemukan artikel bagus dari kolega IBM saya yang menjelaskan panajang lebar mengenai skema lisensi IBM.

Read here:

http://gunawantw.wordpress.com/2011/02/01/mengenal-istilah-lisensi-ibm-lotus-software/#more-706

Categories: general techie

JPA (Java Persistence API) oh… JPA.. #1

March 18, 2011 Leave a comment

Too much encapsulation is bad for heath.

After spending like total 12 hours exploring (problem) in JPA, finally the got the answer to the problem.

DB2admin is no longer a DB God. Ensure you grant the proper access right to the table you are trying to access.

The JPA problem is in the authentication, but the stack trace was “DSRA9110E: Statement is closed“. What a non-friendly exception message !!

The journey that has been taken:

  • Try to be smart by “tweaking” DataSource in WAS admin.
  • Use the non managed connection to test the JPA.
  • Finally got into the actual error message
  • Moved to managed connection and it worked.

Try this one:

<property name="RuntimeUnenhancedClasses" value="supported"/>
<property name="openjpa.ConnectionDriverName" value="com.ibm.db2.jcc.DB2Driver"/>
<property name="openjpa.ConnectionURL" value="jdbc:db2://localhost:50000/SAMPLE:retrieveMessagesFromServerOnGetMessage=true;"/>
<property name="openjpa.ConnectionUserName" value="isaac"/>
<property name="openjpa.ConnectionPassword" value="mypassword"/>
<property name="RuntimeUnenhancedClasses" value="supported"/>

Categories: general techie
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.